Info seputar produk, tips dan gaya hidup

Beda Antara Trader Dan Custumer

Mungkin dari anda, ada yang pernah atau kebetulan menemukan satu tulisan berupa "pembatasan pembelian jumlah dari sebuah produk" baik itu di supermarket atau minimarket sekalipun, terutama ketika weekend. (Seperti halnya dengan saya sendiri yang juga menjumpai tulisan serupa, di tambah di kesempatan itu pula  penulis sempat mendapatkan sedikit penjelasan dari salah satu petugas yang baik lagi ramah disana)

Ya, umumnya pembatasan ini berlaku untuk jenis barang tertentu yang memang sedang tengah mereka promosikan. Mengenai jumlahnya sendiri juga bervariasi ada yang maximal pembeliannya boleh 2 hingga sampai 4 pcs /karton, hal ini tentu saja tergantung dari seberapa banyak (pihak toko) memiliki ketersedian stok barang.

Lalu, hubungannya dengan trader dan custumernya sendiri dimana?

Beda Antara Trader Dan Custumer

Sebenarnya sebutan trader ini memang memiliki ciri khusus, tertutama saat kita lihat dan perhatikan dari cara mereka berbelanja. Dan biasanya barang yang di belinya pun hanya jenis barang yang sedang di promosikan saja. Selain itu dalam bertransaksinya pun juga tak hanya sekali tapi bisa lebih (berkali-kali). Hal inilah yang membuat pihak toko seperti Giant ataupun Carrefour rutin membatasi tiap pembeliannya. Mengingat para trader tadi biasanya dalam membeli dengan jumlah skala besar. Dan sudah di pastikan barang tersebut nantinya akan di jual kembali oleh mereka.

Akhirnya, sudah barang pasti hal ini pun akan berimbas langsung kepada custumer dan pelanggan setianya. Karena tujuan dari diadakannya promo itu sendiri memang sengaja untuk menarik perhatian mereka, Agar datang berkunjung dan berbelanja. Selain membeli barang promosi juga sekaligus belanja barang kebtuhan sehari-hari yang lain, tentunya. *susi)

9 komentar:

  1. suka cari2 yg lagi promo begitu :)

    sering liat orang suka bolakbalik beli barang yg lagi promo...rupanya mereka trader ya..

    ReplyDelete
  2. oo gitu ya, aku baru tau nih istilah trader, klo customer itu lebih deket k konsumen ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kurang lebih nya gitu, sama2 membayar juga sih. Tapi yg membedakannya kalo custumer atau pelanggan belanjanya biasanya diselingi barang lain dan gak bolak balik belanja barang yg itu2 aja, selain itu barang yg dibeli untuk di konsumsi / pakai sendiri :)

      Delete
  3. kalau utung ruginya untuk toko..kira-kira apa ya..keduanya sama2 membeli..contoh kecil sj..dulu kalau membeli barang seperti susu kaleng di batasi max 4 kaleng ..jadi kalau mau beli 8 kaleng harus 2 x ke kasir..mungkin trader bukan konsumen akhir, sedangkan customer merupakan konsumen akhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal untung rugi, sepertinya kalo hanya trader yang memborongnya jelas ga untung mas :)

      Umumnya setiap barang yg di promokan pihaknya hanya mengambil untung keci, bahkan kadang ada yang sampe berani menjualnya dari harga modal. Tujuannya seperti yg sudah saya sampaikan pada paragrap akhir. Itu semata untuk menarik kustumer agar mau belanja di tokonya.

      Mungkin iya secara omset akan besar, namun buat provit tipis sekali. :)

      Delete
  4. wah jadi ingat pelajaran ekonomi dulu ,namun yang admin tulis ini lebih ke prakteknya

    ReplyDelete
  5. yang pasti , klo lagi prommo , ibu2 pasti ngumpul hha

    ReplyDelete
  6. aya sebagai trader emang suka mencari akal untuk dapat mengelabui, biasanya kita justru maen lewat belakang, dengan begitu kita disebutnya bukan trader biasa...tapi trader pintu belakang....kan sama-sama dapet untung kan?

    ReplyDelete

Custom Search